Yesus Kristus
 
Umat Katolik percaya bahwa Yesus adalah Pribadi Kedua dari misteri Tritunggal Maha Kudus. Yesus adalah Tuhan, Putra Bapa yang lahir dibumi dalam wujud manusia.

SEBELUM KELAHIRAN YESUS
Injil Lukas mencatat,”Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata,”Salam Hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya,”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Putra Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya tahta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sempai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan. 
Kata Maria kepada malaikat itu,”Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya. “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Putra Allah. 
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria,”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.” (Luk 1:26-38)

SEJARAH KELAHIRAN YESUS
Menurut Kitab Suci, “Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud – supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan” (Luk 2:1-7)
Istilah “anak sulung” tidak berarti bahwa Maria dan Yusuf mempunyai anak yang lain setelah Yesus, akan tetapi istilah tersebut di dalam tradisi Yahudi dipakai untuk menjelaskan “anak laki-laki yang lahir terdahulu”. Menurut tradisi Yahudi, anak sulung ini harus dipersembahkan kepada Allah karena dia adalah milik Allah. 

YESUS – TUHAN BERWUJUD MANUSIA
Kemanusiaan Yesus sangat jelas karena:
1. Dia merasa lapar, haus, lelah (Luk 4:2, Yoh 19:28, Yoh 4:6)
2. Dia suka dengan anak-anak (Mrk. 10:13-16)
3. Dia merasa sedih dan menangis (Yoh 11:32-36, Luk 19:41-44)
4. Dia merasa kesepian (Mat 26:37-46)
5. Dia menikmati persahabatan manusia ((Yoh 2:1-12)
6. Dia mengunjungi rumah teman-temanNya (Luk 19:1-10)
7. Dia merasa sedih karena dikhianati Yudas dan karena penyangkalan Petrus (Luk 22:39-62)
8. Dia merasakan penderitaan batin hingga berkeringat darah (Luk 22:41-44)
 ada saat yang bersamaan, Yesus juga adalah Tuhan. Kitab Suci mencatat “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu dan barang siapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendakKu, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak BapaKu, yautu supaya setiap orang yang melihat Putra dan yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman” (Yoh 6:37-40). Dan Yesus juga menegaskan,”Akulah jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6)

KEHIDUPAN YESUS
Setelah kelahirannya di Betlehem dan pengungsiannya ke Mesir (untuk melarikan diri dari Raja Herodes yang berusaha untuk membunuhNya), Yesus hidup di sebuah kota kecil di Nazaret di Galilea di Yudea. Wilayah ini sekarang disebut Israel. Disanalah Ia hidup sampai berusia sekitar tiga puluh tahun.
Pada usia sekitar tiga puluh tahun itulah Ia memulai hidupNya dengan meninggalkan Nazaret dan pergi untuk berkotbah, mengajar dan mengerjakan mukizat-mikjizat. 

AJARAN YESUS TENTANG KASIH
Santo Agustinus pernah berkata mengenai Yesus Kristus,”Dia tidak mengatakan ‘Belajarlah dariKu bagaimana membangun dunia dan membangkitkan orang mati’ tetapi ‘Belajarlah daripadaKu; sebab Aku lemah lembut dan rendah hati’.”
Kitab Injil Matius mencatat,”Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya daripada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disurga adalah sempurna.” (Mat 5:43-48) 

AJARAN YESUS TENTANG TRITUNGGAL
Kitab Matius menjelaskan,”KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Krena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus” (Mat 28:18-19)
Dengan firman itu, Yesus Kristus telah mewahyukan kepada umat Katolik tentang rahasia Kerajaan Surga dan misteri Allah Tritunggal. Yesus memberitahu kepada kita bahwa Allah Yang Esa bukan hanya satu Pribadi, tetapi Tiga Pribadi, yaitu Bapa, Putra dan Roh Kudus.
Bagi semua orang, hal ini sangat sulit untuk dimengerti secara logika manusia, akan tetapi Nabi Yesaya pernah menyatakan akan firman Allah “Sebab rancanganKu, bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tinginya jalanKu dari jalanmu dan rancanganKu dari rancanganmu” (Yes 55:8-9)

TENTANG NAMA YESUS
Kata “Yesus” adalah suatu nama yang berasal dari Bahasa Ibrani “Joshua” atau “Yeshua” yang berarti “Allah menyelamatkan”. Sedangkan kata “Kristus” berarti “seseorang yang diurapi”. Oleh sebab itu, umat Katolik menyebut nama Yesus dengan Yesus Kristus.
 

Copyright © 2006 - 2011 by metamorfosa.net