Antar Agama
 

Setiap orang yang ingin memeluk agama Katolik selalu mengikuti suatu periode pengajaran dari seorang guru agama. Salah satu buku panduan resmi bagi para calon baptis adalah “Ikutilah Aku” (Nihil Obstat: F. Hartono, Imprimatur: J. Chr. Purwadyana, Pr. Viken) yang menegaskan mengenai sikap dari umat Katolik terhadap agama lain. Buku ini menyatakan bahwa “Menjadi Katolik tidak berarti menganggap rendah atau membenci orang yang berkeyakinan lain.” Dengan demikian, setiap orang Katolik tidak dibenarkan untuk menganggap bahwa agama lain lebih rendah dari agamanya – atau bahkan membenci orang lain karena perbedaan agamanya.

Bahkan Konsili Vatikan II mendorong untuk diadakannya dialog antara Gereja Katolik dan agama-agama lain. Didalam Nostra Aetate 2 dinyatakan bahwa umat Katolik “supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerjasama dengan para penganut agama-agama lain, mengakui, memlihara dan mengembangkan harta-kekayaan rohani dan moral serta nilai-nilai sosio-budaya yang terdapat pada mereka”

Katolik dan Protestan

Umat Kristen Protestan memiliki Kitab Suci yang pada dasarnya sama dengan umat Katolik dan menyembah Allah Tritunggal yang sama. Usaha untuk memulihkan persatuan gereja pada jaman sekarang terus berjalan dengan diwujudkannya gerakan yang disebut “oikumene” (Nostra Aetate 2)

Perbedaan yang inti antara Gereja Katolik dan Gereja Protestan dirumuskan oleh Konferensi Waligereja Indonesia didalam buku “Iman Katolik” sebagai berikut:

KATOLIK PROTESTAN 
1. Tekanan ada pada Sakramen
2. Agama kontemplasi (melihat) 
3. Kultis, mementingkan kurban (Ekaristi) 
4. Fokus pada perasaan, kesenian dan kehangatan
5. Gereja secara hakiki (dari Kristus) bersifat hierarkis
6. Kitab Suci dipahami dibawah pimpinan Hierarki Tekanan pada sabda/pewartaan
Agama iman (mendengarkan)
Profetis, mementingkan sabda (kotbah)
Fokus pada pengetahuan, ilmu dan ketegasan
Pelayanan gerejawi adalah tradisi manusia
Setiap orang mengartikan Kitab Suci sendiri

Gereja Katolik, melalui Konsili Vatikan II sangat mementingkan kesatuan antara semua orang Kristen. Didalam Lumen Gentium 15 dinyatakan “Roh membangkitkan pada semua murid Kristus keinginan dan kegiatan, supaya dipersatukan dalam satu kawanan dengan satu Gembala”

Katolik dan Islam

Didalam Nostra Aetate 3 dijelaskan hubungan Gereja Katolik terhadap Islam, “Gereja juga menghargai umat Islam, yang menyembah Allah satu-satunya, yang hidup dan berdaulat, penuh belas kasihan, mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, yang telah bersabda kepada umat manusia. Kaum muslimin berusaha menyerahkan diri dengan segenap hati kepada ketetapan-ketetapan Allah juga yang bersifat rahasia, seperti dahulu Abraham – iman Islam dengan suka rela mengacu kepadanya – telah menyerahkan diri kepada Allah. Memang mereka tidak mengakui Yesus sebagai Allah, melainkan menghormatiNya sebagai Nabi. Mereka juga menghormati Maria BundaNya yang tetap perawan, dan pada saat-saat tertentu dengan khidmat berseru kepadanya. Selain itu mereka mendambakan Hari Pengadilan, bila Allah akan mengganjar semua orang yang telah bangkit, maka mereka juga menjunjung tinggi kehidupan susila, dan berbakti kepada Allah terutama dalam doa, dengan memberi sedekah dan berpuasa. Memang benar, disepanjang zaman cukup sering telah timbul pertikaian dan permusuhan antara umat Kristen dan Muslimin. Konsili suci mendorong mereka semua supaya melupakan yang sudah-sudah dan dengan tulus hati melatih diri untuk saling memahami, dan supaya bersama-sama membela serta mengembangkan keadilan sosial bagi semua orang, nilai-nilai moral maupun perdamaian dan kebebasan.”

Dengan demikian jelas bahwa umat Katolik sangat menghargai umat Islam dan bahwa ada beberapa kesamaan didalam kepercayaan Islam dan pemeluk agama Katolik.

Katolik, Budha, Hindu dan agama lain

Didalam Nostra Aetate 2 dinyatakan “Gereja Katolik tidak menolak apapun, yang dalam agama-agama itu serba benar dan suci. Dengan sikap hormat yang tulus, Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran, yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang juga memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi semua orang.”

 

Copyright © 2006 - 2011 by metamorfosa.net